Jumat, 27 April 2012

pengaruh budaya terhadap kepribadian seseorang

Bagaimana pengaruh budaya terhadap kepribadian seseorang ?

     Budaya adalah sekumpulan tingkah laku yang turun temurun yang mempengaruh tingkah laku individu. Budaya merupakan sebuah tingkah laku kolektif dalam masyarakat, yang dominan mempengaruhi dan membentuk sebuah tingkah laku yang sesuai dengan komunitas yang ada dalam budaya tersebut.
Beberapa orang ahli mencoba meneliti pengaruh budaya terhadap kepribadian, dengan melibatkan budaya sebagai unsur dasar yang penting dipertimbangkan. Setiap orang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah suatu budaya. Dan budaya pasti merupakan bagian dari apa yang artinya menjadi seorang pribadi – tidak ada orang yang lepas dari pengaruh budaya. Oleh karena itu, menggabungkan budaya kedalam teori kepribadian dan riset kepribadaian merupakan suatu yang sangat masuk akal.
Ketika G. Allport (1954) mempelajari prasangka, ia melihat bahwa menempatkan prasangka sepenuhnya kedalam kepribadian individu merupakan sebuah kekeliruan. Kondisi-kondisi sosial budaya mana yang mendukung prasangka? Allport mengajukan gabungan antara faktor-faktor sosial, ekonomi, historis, dan komunikasi sebagai faktor-faktor yang melengkapi dinamika kepribadian yang bersifat internal. Sebagai contoh, prasangka cenderung lebih banyak terjadi pada masa perubahan sosial, ketika terdapat persaingan ekonomi (misalnya untuk memperoleh pekerjaan), bila pemerintah menghukum pencemaran nama baik, mencari kambing hitam, ketika tradisi masyarakat mendukung permusuhan, dan ketika masyarakat memiliki sikap yang tidak menguntungkan terjadinya asimilasi dan pluralism.
     Dalam abad ini, kondisi semacam ini terjadi ketika Perang Dunia I menghilagkan pembagian sosial ekonomi dan geografis dari abad sebelumnya, dan kemudian ketika zaman depresi (1929) menghasilkan penderitaan dan kekacauan di seluruh dunia. Memang, kekuatan dan popularitas fasisme berkembang pada tahun 1930-an, khususnya dinegara-negara yang tidak memiliki sejarah yang panjang dalam demokrasi dan kebebasan.
Ini menunjukkan bahwa, terkadang sebuah perilaku sangat dipengaruhi oleh budaya karena adanya situasi yang mendukung, seperti ketimpangan ekonomi, persaingan, kesempatan, dan situasi lain yang tidak terkontrol. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah karena pengaruh budaya yang terlalu kuat ini yang mengakibatkan seseorang selalu berpikir stereotip, dan menganggap orang lain yang berasal dari budaya yang berbeda lebih rendah dari budayanya sendiri.
Dalam menelaah pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian, sebaiknya dibatasi pada bagian kebudayaan yang secara langsung mempengaruhi kepribadian.
    Berikut tipe-tipe kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian yakni:
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan. Di sini dijumpai kepribadian yang saling berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu masyarakat tertentu, karena masing-masing tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan kebudayaan-kebudayaan khusus yang tidak sama pula. Contoh adat-istiadat melamar mempelai di Minangkabau berbeda dengan adat-istiadat melamar mempelai di Lampung.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life). Contoh perbedaan antara anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota terlihat lebih berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya dan sikapnya lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan tertentu. Sedangkan seorang anak yang dibesarkan di desa lebih mempunyai sikap percaya diri sendiri dan lebih banyak mempunyai sikap menilai (sense of value).
3. Kebudayaan khusus kelas sosial. Di dalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan sosial karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargai yang tertentu pula.
4. Kebudayaan khusus atas asar agama. Agama juga mempunyai pengaruh besar di dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi. Pekerjaan atau keahlian juga memberi pengaruh besar pada kepribadian seseorang. Kepribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan kepribadian seorang pengacara, dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul.

Tidak ada komentar: